Translate

Showing posts with label perjanjian lama. Show all posts
Showing posts with label perjanjian lama. Show all posts

Saturday, November 24, 2012

Garam dunia dan Perjanjian garam


 


Umumnya pembahasan mengenai garam dunia difokuskan pada fungsi garam dapur yang menyedapkan dan mengawetkan. Kita akan belajar lebih dalam lagi tentang garam dunia dan perjanjian garam.
MATIUS 5 : 13
13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Maksud TUHAN YESUS dengan mengatakan, “Kamu adalah garam dunia…” bukan sekedar bermakna bahwa orang Kristen membawa suasana gurih bagi orang-orang di lingkungannya. Banyak orang yang perkataan gurih plus senyum manis, contohnya seperti yang dilontarkan waitress di depan pintu resto untuk mengajak bersantap di resto tersebut (tentunya bukan makan gratis!). Orang itu belum tentu garam dunia.
Ada yang berpendapat, bahwa sebagai garam dunia, maka orang Kristen menggarami dunia. Makna garam dunia berbeda jauh dengan menggarami dunia, Bung! Di dalam Hakim-Hakim 9:45 Abimelekh menyerang Israel, khususnya warga Sikhem, dengan menerapkan taktik perang “menggarami dunia”, yakni menaburkan garam ke tanah wilayah musuh setelah mengalahkannya. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dapat tumbuh. Jadi menggarami dunia sangat bertolak belakang dengan menjadi garam dunia.
IMAMAT 2 : 11, 13
11 Suatu korban sajian yang kamu persembahkan kepada TUHAN janganlah diolah beragi, karena dari ragi atau dari madu tidak boleh kamu membakar sesuatupun sebagai korban api-apian bagi TUHAN. 13 Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian ALLAHmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.
Peraturan dalam memberi persembahan sajian adalah tidak boleh membubuhkan ragi; yang harus dibubuhkan adalah garam. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, bahwa garam dan ragi saling berlawanan. Ingat bahwa TUHAN YESUS pernah menasehati murid-murid-NYA agar waspada terhadap ragi Farisi. Saat itu murid-murid berpikir TUHAN YESUS mengatakan hal itu, karena mereka tidak membawa roti. Padahal yang dimaksud TUHAN YESUS bukan ragi untuk membuat roti, tetapi ajaran orang Farisi. Demikian pula saat TUHAN YESUS mengatakan, kita adalah garam dunia. Jangan kita terjebak dan menafsirkan garam dunia dengan penafsiran garam dapur.
Ragi dan garam dunia berlawanan. Ragi adalah ajaran yang bukan dari TUHAN, berlawanan dengan ajaran Firman TUHAN yang murni. Kita akan menjadi garam dunia kalau di dalam tiap persembahan (artinya ibadah) yang diberitakan adalah Firman TUHAN yang murni. Membubuhkan garam pada persembahan itu bukan sekedar persyaratan saja, tetapi merupakan perjanjian. Garam bukan sekedar pelengkap, tapi merupakan meterai perjanjian kita dengan ALLAH. Repotnya, kadang-kadang kita sungkan menolak undangan teman, calon mertua, atau bos untuk datang ke persekutuan, padahal kita tahu dalam persekutuan itu tidak diberitakan Firman TUHAN yang murni. Memang kita harus menghormati orang lain berikut segala kepercayaan yang mereka anut, namun bukan berarti kita harus mengikuti ibadah mereka, bukan?
Bukan saja korban sajian yang harus dibubuhi garam, tapi di dalam Yehezkiel 43:24-25 tertulis, bahwa korban bakaran dan korban penghapus dosa juga harus dibubuhi garam. Korban penghapus dosa adalah awal ibadah kita atau pertobatan kita dari orang berdosa menjadi orang Kristen. Artinya setiap persembahan atau ibadah itu harus mengikuti perjanjian garam.
2 TAWARIKH 13 : 5
5 Tidakkah kamu tahu, bahwa TUHAN ALLAH Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam?
Perjanjian garam adalah perjanjian untuk selama-lamanya atau kekal. TUHAN YESUS menyebut kita sebagai garam dunia karena memiliki ciri, yaitu rasanya yang asin, artinya kita punya kekekalan atau hidup kekal. Kalau garam tidak lagi asin, maka tidak ada gunanya selain diinjak-injak orang. Artinya sia-sia menjadi orang Kristen jika tidak memiliki hidup kekal.
TUHAN mengikat perjanjian garam atau perjanjian kekal dengan Daud, terbukti TUHAN YESUS disebut Anak Daud. Perjanjian garam antara orang beriman dengan TUHAN adalah perjanjian kekal sampai di Sorga.
MATIUS 16 : 16 - 19
16 Maka jawab Simon Petrus: "ENGKAU adalah MESIAS, ANAK ALLAH yang hidup!" 17 Kata YESUS kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BAPAKU yang di sorga. 18 Dan AKUpun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini AKU akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan KUberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
Perjanjian garam antara kita dengan ALLAH terjadi saat kita mengakui YESUS sebagai MESIAS seperti yang dilakukan oleh Petrus. Sejak saat itulah kita beralih dari alam maut pada hidup kekal, atau kita menjadi garam dunia.
“Apa yang kau ikat di dunia akan terikat di Sorga dan apa yang kau lepas di dunia akan terlepas di Sorga” artinya TUHAN di Sorga memonitor keadaan anak-anak-NYA di dunia. Jika kita di dunia mengalami kesulitan, TUHAN di Sorga tahu dan merasakannya. Tentu saja ALLAH tidak mungkin mengalami kesulitan, karena itu DIA pasti akan menyesaikan segala masalah kita.
YEHEZKIEL 16 : 4
4 Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garampun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin.
Kondisi kita sebelum bertobat adalah tali pusat kita tidak dipotong, artinya hubungan dengan Adam yang membawa dosa asal belum terputus. Tidak dibasuh dengan air sama dengan tidak bersih dari dosa atau masih berbuat dosa. Kita juga tidak dibendung kain lampin, kita masih telanjang karena dosa. Kain lampin adalah tanda spesifik, sebab TUHAN YESUS lahir dibungkus dengan kain lampin. Sebelum naik ke kayu salib, TUHAN ditelanjangi dan kebenaran-NYA itu diberikan supaya kita bisa mengikat perjanjian garam dengan ALLAH yang membawa pada hidup kekal.
MARKUS 9 : 50
50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."
Orang Kristen tidak dituntut hendaklah engkau berbahasa roh, hendaklah engkau memiliki karunia nubuat, tetapi dituntut memiliki garam di dalam hidupnya, yaitu memiliki hidup kekal. Itu adalah tujuan utama kita sebagai orang Kristen. Tanpa memiliki hidup kekal, maka di dalam hidup kita tidak akan ada damai sejahtera.
Garam yang hambar sama saja bukan garam, kekristenan tanpa hidup kekal tidak ada artinya. Namun kita tidak mungkin dapat mengusahakan hidup kekal dengan usaha kita sendiri. Cara satu-satunya untuk memulihkannya adalah dengan berbalik kepada TUHAN YESUS dan mengakui DIA sebagai Juruselamat kita.
Setelah kita memiliki garam di dalam hidup kita atau kita menjadi garam dunia, maka sebagai buktinya adalah kita hidup damai dengan orang lain. Hidup damai dan mengasihi anggota keluarga yang lain di dalam rumah tangga, damai di dalam lingkungan pekerjaan, pergaulan, di mana pun kita berada.
1 YOHANES 4 : 20
20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi ALLAH," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi ALLAH, yang tidak dilihatnya.
Bohong kalau orang Kristen mengatakan dia mengasihi ALLAH tapi membenci saudaranya. Sebab tidak mungkin seseorang bisa mengashi ALLAH yang tidak kasat mata jika dia tidak bisa mengasihi saudaranya sendiri. Warna asli garam adalah transparan, bukan putih. Hidup kekal itu transparan, tidak terlihat, tetapi ada dan nyata. Garam dunia ini bukan dilihat dari warnanya, karena memang tidak terlihat, tetapi dari rasanya yang dinyatakan dengan saling mengasihi.
Perlu diingat, mengasihi itu bukan bersikap kompomi, namun justru menegur orang yang berbuat salah. Sikap tidak mau menengur malah menunjukkan sikap menjerumuskan dan tidak adanya kasih. TUHAN sendiri berfirman, “Barangsiapa KUkasihi, ia KUtegor.”
Tunjukkanlah kasih kita dengan mau bersaksi kepada orang lain, agar mereka juga terikat dengan perjanjian garam, perjanjian kekal dengan ALLAH. Itulah tugas kita sebagai garam dunia. Amin.

Bagaimana Menjadi seorang Kristen yang lebih baik



Apa artinya menjadi seorang Kristen yang baik? Jika Anda survei acak kelompok orang yang mereka masing-masing akan memiliki ide-ide yang sangat spesifik tentang apa yang seorang Kristen yang baik akan terlihat atau bertindak seperti. Sebuah gereja biasanya menuntut hal-hal tertentu dari anggotanya tergantung pada denominasi atau buatan manusia doktrin. Dalam banyak kasus persyaratan ini tidak ada hubungannya dengan apa yang Tuhan inginkan.
Terlalu sering orang Kristen dipenuhi dengan keraguan karena pembatasan dimasukkan kepada mereka oleh orang lain. Kabar baiknya adalah hanya Tuhan yang dapat memberitahu Anda apa yang Dia harapkan dari Anda. Tidak apa-apa untuk mendengarkan pendapat lain, tapi pada akhirnya itu hubungan pribadi Anda dengan Yesus yang penting.

MemaafkanDalam rangka untuk menjadi Kristen yang lebih baik itu penting bahwa kita tidak hanya mengampuni orang lain, tetapi kita juga harus memaafkan diri sendiri. Jika kita menolak untuk memaafkan kita akan menjadi marah dan pahit. Kita semua mengacaukan dari waktu ke waktu. Maafkan dan melanjutkan.

Jangan menghakimi sesamaLukas 06:37 mengatakan, "Jangan menghakimi, dan Anda tidak akan dihakimi Jangan mengutuk,. Dan Anda tidak akan dihukum. Maafkan, dan Anda akan diampuni." Kristen yang kuat mengerti bahwa Tuhan hanya bisa menilai hati seseorang. Ada kalanya isu harus ditangani, tetapi dalam banyak kasus lebih baik untuk keluar dari jalan dan membiarkan Tuhan melakukan pekerjaan-Nya. Berlawanan dengan kepercayaan populer, Dia bisa mengurus hal-hal yang jauh lebih baik daripada yang kita bisa.
Baca AlkitabMemisahkan waktu untuk membaca dan mempelajari Alkitab. Dalam rangka untuk menjadi seorang Kristen yang lebih baik Anda harus tahu siapa Allah dan apa yang Dia harapkan dari Anda. Kristen yang tidak pernah membaca Alkitab seperti orang buta tanpa pemandu. Jika Anda menganggap diri Anda seorang Kristen seharusnya tidak menjadi pilihan.
BerdoaSatu-satunya cara untuk mengenal Allah secara pribadi adalah berdoa. Banyak orang menganggap doa percakapan satu-cara formal dengan entitas impersonal. Doa sebenarnya adalah sebuah percakapan dua arah dengan seseorang yang kebetulan menjadi Allah. Untuk menjadi Kristen yang lebih baik kita harus mencoba untuk menjadi lebih seperti Yesus, dan cara terbaik untuk melakukannya adalah untuk menghabiskan waktu bersama-Nya dalam doa.
BeasiswaMenghabiskan waktu dengan orang Kristen lainnya. Bukan yang negatif, tetapi mereka yang mendorong Anda. Bergaul dengan para pemikir positif sebanyak mungkin dan menghindari orang-orang yang menyebabkan Anda melakukan hal-hal yang Anda tahu bahwa Anda tidak seharusnya.

menolong orang lainSalah satu cara terbaik untuk menjadi seorang Kristen yang lebih baik adalah untuk membantu orang lain. Temukan sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan bagi seseorang setiap minggu. Dapatkan terlibat dalam gereja atau amal lokal favorit. Ambil seorang tunawisma untuk makan siang. Kemungkinan tidak terbatas. Ketika kita melayani orang lain manfaat pribadi yang beragam.
Bagikan pengalaman/KesaksianApa yang telah Tuhan lakukan bagi Anda? Apakah Anda bersyukur atau marah? Kita tidak bisa membantu tetapi berbicara tentang hal-hal yang telah membuat kita yang kita. Bahkan jika Anda sudah berada di tempat yang sulit, pikirkan kembali masa-masa ketika Ia memimpin Anda keluar dari badai. Berbagi kesaksian Anda tidak hanya akan memperkuat iman Anda, juga akan mendorong orang lain.
KesimpulanMenjadi seorang Kristen yang lebih baik bukan tentang membersihkan tindakan Anda atau mencoba untuk melihat cara tertentu. Ini tentang mendapatkan untuk mengenal Allah. Anda mungkin menjadi yang terbesar sekrup-up sekitar, tetapi jika Anda mulai mengembangkan hubungan dengan Yesus Kristus Anda akan menjadi orang yang lebih baik. Berhentilah mencoba untuk memperbaiki masalah Anda dan menyerahkan mereka kepada-Nya. Jangan terlalu keras pada diri sendiri ketika Anda mengacaukan. Mintalah Tuhan untuk mengampuni Anda, membuat hal yang benar dengan mereka yang Anda terluka, dan kembali lagi.
Semoga Tuhan memberkati Anda dan mendorong sebagaimana Dia mengungkapkan tidak hanya rencana-Nya bagi Anda, tapi juga cinta tanpa syarat-Nya dan karunia.

Penafsiran Mazmur 1:1-6




Mazmur 1:1-6
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Dalam kitab Mazmur ini, ada tiga kelompok orang yang berbahagia di dunia ini:
1.       Kelompok pertama adalah mereka yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik
2.       Kelompok kedua adalah mereka yang tidak berdiri di jalan orang berdosa
3.       Kelompok ketiga adalah mereka yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.
Orang fasik
Dalam Alkitab orang fasik (ungodly, wicked) tidak ada tempat dalam kerajaan sorga.   Oleh karena itu dalam ayat ke 5 dari buku Mazmur ini mengatakan bahwa mereka tidak akan tahan dalam penghakiman.
2 Timotius 2:16 menerangkan bahwa orang fasik senang untuk berkata-kata omong kosong, sehingga menambah kefasikannya.  Dan orang fasik itu identik dengan kelaliman atau kekejaman (Amsal 10:6).
Kitab Ayub 36:13 berkata bahwa yang namanya orang fasik , mereka suka menyimpan kemarahan di dalam hati mereka.  Bahkan Yesaya 9:17 berkata bahwa orang fasik itu seperti membakar tanaman dan menjalar sampai ke akar tanaman yang menghabiskan seluruhnya dan asapnya mengepul sampai ke atas tinggi.
Oleh karena itu Tuhan akan membakar orang fasik pada kedatanganNya dalam melaksanakan pehukuman bagi mereka (Maleakhi 4:1).

Pencemooh
Orang yang suka mencemooh dikatakan juga dalam ayat 5 kitab Mazmur pasal pertama bahwa mereka tidak akan berada dalam kerajaan sorga sebagaimana orang fasik.
Mengapa pencemooh tidak akan berada di sorga?  Dalam Amsal 13:1 berkata bahwa mereka ini tidak akan mendengar hardikan dan nasihat untuk bertobat dari kejahatannya.  Mereka tidak suka ditegor oleh karena kejahatan yang mereka lakukan (Amsal 15:12). 
•       Dalam kutipan pena yang diinspirasikan Tuhan berkata:   “Tidak ada dosa yang lebih besar di hadapan Allah dan yang sangat berbahaya bagi jiwa manusia selain dosa kesombongan dan merasa sudah cukup baik.  Dari semua dosa, inilah dosa yang paling tak ada harapan untuk dapat disembuhkan. “(Christ Object Lesson, 154)
Memang orang yang merasa diri cukup dan sombong, tidak akan menerima tegoran dan nasihat.  Sehingga ini sangat berbahaya bagi keselamatan mereka.  Inilah dosa yang paling tidak ada pengharapan untuk dapat disembuhkan.  Raja Daud dalam Mazmur 1 mengantisipasi kita supaya tidak jatuh di dalam dosa yang dilakukan kelompok orang pencemooh ini.

Orang berdosa
Kelompok orang berdosa dalam Mazmur pasal 1 disini bukanlah dimaksudkan secara umum, tetapi secara khusus.  Mazmur 1:5 lebih khusus mengarahkan kepada orang berdosa itu.  Dikatakan bahwa orang berdosa yang dimaksudkan adalah mereka yang tidak mau atau tidak tahan dalam perkumpulan orang benar.  Ini mengarahkan kepada kumpulan berbakti jemaat Tuhan.  Inilah dosa khusus yang dimaksudkan tadi.
Ibrani 10:25 berkata bahwa janganlah kita pernah menjauhkan diri dalam perkumpulan berbakti dari orang-orang benar.  Ini menunjang maksud dari Raja Daud dalam Mazmur 1.  Karena di dalam perbaktian ini akan didapatkan berkat rohani yang besar dan menunjang untuk keselamatan orang percaya.

Kesimpulan
Marilah kita semua melakukan ketiga perkara yang diatas tadi.
1.       Janganlah kita mengikuti nasihat orang fasik, karena jelas akan mengarahkan kita kepada kebinasaan kekal.
2.       Jangan juga kita cenderung berteman dan melakukan  bersama-sama orang yang suka untuk mengejek atau menghina sesame, agar kita tidak dibinasakan pada hari penghakiman nanti.
3.       Janganlah menghindar selalu dalam perbaktian umat-umat Tuhan yang benar.  Karena disinilah kita akan mendapatkan berkat yang mengarahkan kepada hidup yang kekal.